Masuk

Ingat Saya

Kota dan Terorisme

Terdapat keterkaitan antara terorisme dan kota yang terlihat dari kecenderungan wilayah perkotaan yang menjadi sasaran dan basis jaringan para teroris. Keterkaitan tersebut dijelaskan melalui beberapa konsep  dari analisis masyarakat risiko seperti “risiko” dan “refleksivitas” yang diperkenalkan oleh Ulrich Beck. Terkait dengan terorisme, maka terorisme ternyata menempati posisi yang istimewa karena beroperasi di tiga ekologi risiko baik fisik, mental dan sosial.

Keterkaitan kota dan terorisme dapat dijawab dengan adanya risiko sosial. Dalam hal ini risiko sosial yang dimaksud bukannya yang diakibatkan oleh terorisme, melainkan risiko sosial dari hasil perkembangan seperti industri dan teknologi terhadap masyarakat  khususnya masyarakat perkotaan. Beberapa karakteristik masyarakat kota yang sarat akan individualitas berpotensi besar menumbuhkan penyakit-penyakit sosial seperti ketidakpedulian, dan egoisme yang pada akhirnya memberikan celah para teroris melakukan aksinya.

Terorisme sendiri memberikan dampak negatif dan dampak positif. Dampak negatif terorisme antara lain merusak aspek fisik, mental dan sosial manusia secara umum, dan tentunya juga dapat merusak sektor pariwisata, dan ekonomi wilayah sasaran terorisme. Sementara itu, dampak positif terorisme adalah menghasilkan refleksivitas yaitu upaya-upaya yang dilakukan untuk dapat mengatasi risiko, baik mengurangi, maupun meminimalisir atau bahkan mencegahnya.

Terorisme sebagai suatu fenomena kehidupan, nampaknya tidak dapat begitu saja ditanggulangi dengan kebijakan penal. Hal ini karena, terorisme terkait dengan kepercayaan/ideologi, latar belakang pemahaman politik dan pemaknaan atas ketidakadilan sosio-ekonomik baik lokal maupun internasional. Oleh karena itu, perlu sebuah pendekatan kebijakan kriminal yang integral dalam arti baik penal maupun nonpenal sekaligus. Oleh karena itu, tertangkapnya para teroris tersebut maka telah terungkap fakta yang jelas dimana terorisme lokal telah mempunyai hubungan erat dengan jaringan terorisme global.

Timbul kesadaran dan keyakinan kita bahwa perang melawan teroris mengharuskan kita untuk melakukan sinergi upaya secara komprehensif dengan pendekatan multiagency, multi internasional dan multi nasional. Untuk itu perlu ditetapkan suatu strategi nasional dalam rangka perang melawan terorisme.

#DamaiDalamSumpahPemuda